Entry: Kopi 3 in 1 Monday, November 02, 2009



SEKOLAH

 

(Kopi 3 in 1 masih panas….)

 

 

Gw sedang mencoba menikmati peran-peran yang sedang melekat dalam diri gw; baik yang memang udah dari sananya, atau dikondisikan begitu, dan juga yang dengan tulus gw terima. Sebagai guru, kakak, adik, anak, teman, sahabat, pacar, saudara dan ketua pemuda. Dari semua peran yang ada gw harus benar-benar tahu mana yang bisa jadi prioritas pertama, kedua, ketiga, dst. Hal ini yang belom gw pikirkan dengan matang. Gw sibuk dengan menjalankan semuanya dan hanya merancang apa yang harus gw lakukan setelah ini dan itu cuma didalam kepala gw. Kepala ini rasanya udah penuh dengan urusan-urusan besar maupun kecil. Ya ampun, pengen menghilang rasanya kalau dihitung satu-satu. Kayak detik ini gw lagi ngetik gw coba untuk menurunkan keteganggan pikiran dengan menulis apa yang gw rasakan sambil sesekali menyesap segelas kopi 3 in 1 yang tadi buru-buru gw seduh sebelum disimpan rapat-rapat oleh mas-mas yang bertugas sebelum ia pulang karena memang sudah waktunya—dan gw disini memilih untuk menunda waktu pulang.

 

Di sekolah sedang terjadi kesibukan luar biasa karena minggu depan akan ada Open House (EC) TK-SD. Semua kelas mempersiapkan hasil-hasil pelajaran atau karya seni yang layak untuk dipamerkan di hadapan khalayak. Semakin banyak yang bisa ditunjukkan, semakin lebih baik. Semakin bagus tampilannya, semakin enak dipandang. Setiap kelas harus mampu mempresentasikan tingkat ekspektasi sesuai levelnya.  Termasuk kelas gw tentunya.

 

Namanya wali kelas berarti dia kan punya kekuasaan atas satu ruangan kelas, bukannn… Aku pun berpikir untuk membuat kelas ini begitu wah.. mempesona… menggagumkan, membuat terkesiap setiap khalayak hahahahaha….. Setidaknya garis besarnya mendekati deskripsi itulah…. Sebelum nama yang membuat ruangan ini berarti hanya menjadi salah satu kenangan manis—tak terlupakan J

 

Ada lagi yang harus dipersiapkan selain Open House yaitu drama Natal 2009. Gw kebagian tugas sebagai ketua tim buat naskah drama Natal. Untungnya naskah sudah siap setelah 2 minggu bertukar pikiran dengan Grant.  Tapi tetap aja kudu harus bersiap untuk tugas berikutnya audisi pemain, latihan, dan koordinasi tim naskah dengan tim lain.

 

(Kopi 3 in 1 sudah tidak panas lagi…)

 

Tebak apa yang terlupakan? Yup, lesson plan, newsletter, children progress, assessment records. Administrasi yang ga pernah habis-habisnya. Padahal gw pengen banget semuanya bisa dikerjakan sedikit demi sedikit. Tapi kok sangat melelahkan yah…. Terpaksa tugas-tugas adminstrasi itu diabaikan hehehehe ; D

 

(Wah beban pikiran gw agak ringan nih…)

 

PELAYANAN

 

Sebagai pelayan di gereja tercinta GKI PALSIGUNUNG; tugas-tugas gw pun ga kalah ribetnya… Jadi ketua pemuda artinya gw bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan KomPa dan bagaimana gw dapat mempersatukan pengurus-pengurus KomPa yang kerja bareng sama gw dari tahun 2009 – 2011 supaya eksistensi KomPa terus berjalan dan memberi berkat buat jemaat, gereja, dan diri kami sendiri yang melayani. Whoaaaa… (pura-pura kaget). Jangan tanya kenapa gw mau jadi ketua… Gw juga sampai sekarang masih bingung sendiri (serius J). Hanya mencoba menjalankan amanat yang dipercayakan sama gw (jadi tolong dibantu).

 

Pelayanan ini bagi gw adalah bentuk pembelajaran lain. Gw akan tambah dibentuk dan ditempa. Gimana engga masih jadi calon ketua aja udah bentrok sana-sini. Diatas gw ada majelis bidang kategorial (pembinaan), ketua majelis, bidang-bidang lain yang juga bejibun majelisnya, dan birokrasi gereja. Nah, majelis-majelis ini ada yang susah ada juga yang asik. Tapi kebanyakan yang susah. Ga mau berubah, ga professional, ga mau tahu kerjaannya, ga proaktif, maunya menang sendiri. Jemaat sendiri juga mesti dipikirkan apa maunya. Gw berpikir ga bisa kita nyenengin semua orang. Gw Cuma minta hikmat dan kebijaksanaan supaya gw ga salah ambil keputusan.

 

(Kopi 3 in 1 SSSS—sudah sangat singin sekali…)            

 

Dengan kata lain dalam pelayanan ini gw memberi diri gw untuk dikritik, diamati, dimarahi, dicaci maki, diomongin, direndahkan, diabaikan…. Segala resiko dan konsekuensi dalam pelayanan.

 

Gw sedang mencoba membayangkan seandainya hanya ada Tuhan Yesus saja di gereja; kepada siapa gw harus patuh dan taat, sepertinya ga masalah. Mengapa? Karena gw ga perlu repot mendengarkan satu orang daripada belasan orang yang ga ada juntrungannya dan punya ego mau menang sendiri.

 

Bagaimanapun juga bukan itu intinya. Pahit manisnya melayani bukan hal baru buat gw. Melihat tantangannya saat ini gw hanya harus tetap kuat, atau malah tambah kuat. Gw sadar gw bukan pelayan super. Semua hal terbaik yang gw pikirkan mungkin tidak ada apa-apanya buat orang lain. Mungkin jadi tawar atau berubah jadi hasil kompromi demi kepentingan tertentu. Mungkin tidak punya nilai atau arti. Biar deh perjalanan ini yang akan kasih jawabannya.

 

(Kopi 3 in 1 sudah habis dan pacar tersayang sudah datang menjemput pulang…)

 

Sesuatu yang baru dalam pelayanan pun gw jalani. In-charge dalam manajemen band pemuda di gereja bersama salah seorang teman. Kayak manajer gitu daaah… (amatir bok!) Kita punya mimpi dan cita-cita untuk jadi band gospel pro. Berjuang merintisnya dari bawah sampai cita-cita kami teraih.  Kenapa tidak?

 

(Berpikir untuk pulang dan akan melanjutkan tulisan ini kembali, besok atau lusa di warnet….)

 

(Sedang menunggu lagu terakhir dari GEN FM sebelum menutup komputer ini…)  

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments