Gw sedang mencoba menikmati
peran-peran yang sedang melekat dalam diri gw; baik yang memang udah dari
sananya, atau dikondisikan begitu, dan juga yang dengan tulus gw terima.
Sebagai guru, kakak, adik, anak, teman, sahabat, pacar, saudara dan ketua
pemuda. Dari semua peran yang ada gw harus benar-benar tahu mana yang bisa jadi
prioritas pertama, kedua, ketiga, dst. Hal ini yang belom gw pikirkan dengan
matang. Gw sibuk dengan menjalankan semuanya dan hanya merancang apa yang harus
gw lakukan setelah ini dan itu cuma didalam kepala gw. Kepala ini rasanya udah
penuh dengan urusan-urusan besar maupun kecil. Ya ampun, pengen menghilang
rasanya kalau dihitung satu-satu. Kayak detik ini gw lagi ngetik gw coba untuk
menurunkan keteganggan pikiran dengan menulis apa yang gw rasakan sambil
sesekali menyesap segelas kopi 3 in 1 yang tadi buru-buru gw seduh sebelum
disimpan rapat-rapat oleh mas-mas yang bertugas sebelum ia pulang karena memang
sudah waktunya—dan gw disini memilih untuk menunda waktu pulang.
Di sekolah sedang terjadi
kesibukan luar biasa karena minggu depan akan ada Open House (EC) TK-SD. Semua
kelas mempersiapkan hasil-hasil pelajaran atau karya seni yang layak untuk
dipamerkan di hadapan khalayak. Semakin banyak yang bisa ditunjukkan, semakin
lebih baik. Semakin bagus tampilannya, semakin enak dipandang. Setiap kelas
harus mampu mempresentasikan tingkat ekspektasi sesuai levelnya.Termasuk kelas gw tentunya.
Namanya wali kelas berarti
dia kan punya
kekuasaan atas satu ruangan kelas, bukannn… Aku pun berpikir untuk membuat
kelas ini begitu wah.. mempesona… menggagumkan, membuat terkesiap setiap
khalayak hahahahaha….. Setidaknya garis besarnya mendekati deskripsi itulah….
Sebelum nama yang membuat ruangan ini berarti hanya menjadi salah satu kenangan
manis—tak terlupakan J
Ada lagi yang harus dipersiapkan selain Open House
yaitu drama Natal 2009. Gw kebagian tugas sebagai ketua tim buat naskah drama Natal. Untungnya naskah
sudah siap setelah 2 minggu bertukar pikiran dengan Grant.Tapi tetap aja kudu harus bersiap untuk tugas
berikutnya audisi pemain, latihan, dan koordinasi tim naskah dengan tim lain.
(Kopi 3 in 1 sudah tidak
panas lagi…)
Tebak apa yang terlupakan?
Yup, lesson plan, newsletter, children progress, assessment records. Administrasi
yang ga pernah habis-habisnya. Padahal gw pengen banget semuanya bisa
dikerjakan sedikit demi sedikit. Tapi kok sangat melelahkan yah…. Terpaksa
tugas-tugas adminstrasi itu diabaikan hehehehe ; D
(Wah beban pikiran gw agak
ringan nih…)
PELAYANAN
Sebagai pelayan di gereja
tercinta GKI PALSIGUNUNG; tugas-tugas gw pun ga kalah ribetnya… Jadi ketua
pemuda artinya gw bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan KomPa dan bagaimana
gw dapat mempersatukan pengurus-pengurus KomPa yang kerja bareng sama gw dari
tahun 2009 – 2011 supaya eksistensi KomPa terus berjalan dan memberi berkat
buat jemaat, gereja, dan diri kami sendiri yang melayani. Whoaaaa… (pura-pura
kaget). Jangan tanya kenapa gw mau jadi ketua… Gw juga sampai sekarang masih
bingung sendiri (serius J). Hanya mencoba menjalankan amanat yang
dipercayakan sama gw (jadi tolong dibantu).
Pelayanan ini bagi gw
adalah bentuk pembelajaran lain. Gw akan tambah dibentuk dan ditempa. Gimana
engga masih jadi calon ketua aja udah bentrok sana-sini. Diatas gw ada majelis
bidang kategorial (pembinaan), ketua majelis, bidang-bidang lain yang juga
bejibun majelisnya, dan birokrasi gereja. Nah, majelis-majelis ini ada yang
susah ada juga yang asik. Tapi kebanyakan yang susah. Ga mau berubah, ga
professional, ga mau tahu kerjaannya, ga proaktif, maunya menang sendiri.
Jemaat sendiri juga mesti dipikirkan apa maunya. Gw berpikir ga bisa kita
nyenengin semua orang. Gw Cuma minta hikmat dan kebijaksanaan supaya gw ga
salah ambil keputusan.
(Kopi 3 in 1 SSSS—sudah
sangat singin sekali…)
Dengan kata lain dalam
pelayanan ini gw memberi diri gw untuk dikritik, diamati, dimarahi, dicaci
maki, diomongin, direndahkan, diabaikan…. Segala resiko dan konsekuensi dalam
pelayanan.
Gw sedang mencoba membayangkan
seandainya hanya ada Tuhan Yesus saja di gereja; kepada siapa gw harus patuh
dan taat, sepertinya ga masalah. Mengapa? Karena gw ga perlu repot mendengarkan
satu orang daripada belasan orang yang ga ada juntrungannya dan punya ego mau
menang sendiri.
Bagaimanapun juga bukan itu
intinya. Pahit manisnya melayani bukan hal baru buat gw. Melihat tantangannya
saat ini gw hanya harus tetap kuat, atau malah tambah kuat. Gw sadar gw bukan
pelayan super. Semua hal terbaik yang gw pikirkan mungkin tidak ada apa-apanya
buat orang lain. Mungkin jadi tawar atau berubah jadi hasil kompromi demi
kepentingan tertentu. Mungkin tidak punya nilai atau arti. Biar deh perjalanan
ini yang akan kasih jawabannya.
(Kopi 3 in 1 sudah habis
dan pacar tersayang sudah datang menjemput pulang…)
Sesuatu yang baru dalam
pelayanan pun gw jalani. In-charge dalam manajemen band pemuda di gereja
bersama salah seorang teman. Kayak manajer gitu daaah… (amatir bok!) Kita punya
mimpi dan cita-cita untuk jadi band gospel pro. Berjuang merintisnya dari bawah
sampai cita-cita kami teraih.Kenapa tidak?
(Berpikir untuk pulang dan
akan melanjutkan tulisan ini kembali, besok atau lusa di warnet….)
(Sedang menunggu lagu
terakhir dari GEN FM sebelum menutup komputer ini…)